Penguatan Surveilans Kesehatan: Labkesmas Baturaja Gelar Webinar Bagi Labkesmas di Regional 3

Loka Labkesmas Baturaja melalui Tim Kerja Program dan Layanan menyelenggarakan Webinar Peningkatan Kapasitas SDM dalam Pelaksanaan Kegiatan Surveilans Kesehatan Masyarakat yang diikuti oleh Labkesmas Tier 2, 3, dan 4 di Regional 3, termasuk Labkesda, Balai Besar Labkesmas Palembang I, dan Balai Labkesmas Palembang II. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran laboratorium kesehatan masyarakat dalam menyusun rekomendasi kebijakan hasil surveilans serta mengelola dan menganalisis data surveilans untuk mendukung pengambilan keputusan kesehatan yang tepat dan berbasis bukti.

Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M. Epid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hampir seluruh tugas labkesmas saat ini tidak terlepas dari data. Baik kegiatan teknis maupun manajerial, di kantor maupun di lapangan, seluruhnya membutuhkan kemampuan membaca, memahami, dan mengolah data secara baik. Oleh karena itu, penguatan kompetensi analisis data menjadi kebutuhan mutlak bagi SDM Labkesmas. Hal ini sejalan dengan amanat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/1801/2024 tentang Standar Laboratorium Kesehatan Masyarakat, yang menegaskan bahwa laboratorium kesehatan masyarakat bertanggung jawab dalam pemeriksaan spesimen klinik, pengujian sampel, pelaksanaan surveilans penyakit, serta pengelolaan dan analisis data laboratorium. Webinar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tersebut, khususnya agar data yang dikumpulkan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Selain itu, bagi labkesmas di tier 4 dan tier 5 mempunyai tugas menyusun naskah rekomendasi kebijakan sehingga materi ini membantu para PJ surveilans untuk membuat naskah rekomendasi kebijakan yang baik dan dapat dipahami stakeholder dan akhirnya diambil intervensi bagi para pemangku kebijakan.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber kompeten. Adalah Dr. Agung Dwi Laksono, SKM., M.Kes, Peneliti Ahli Utama BRIN yang merupakan narasumber pertama. Beliau mengulas tentang Tips Menyusun Rekomendasi Kebijakan Hasil Surveilans Kesehatan. Paparannya memberikan panduan bagi tenaga surveilans, terutama di Labkesmas Tier 4 dan 5, untuk menyusun naskah rekomendasi kebijakan yang kuat, mudah dipahami oleh pemangku kepentingan, serta dapat menjadi dasar intervensi kesehatan yang efektif. Materi ini diharapkan membantu para penanggung jawab surveilans dalam menghasilkan dokumen rekomendasi yang tidak hanya informatif tetapi juga dapat diimplementasikan oleh para pengambil keputusan di daerah.

Materi kedua dibawakan oleh Prof. Defriman Djafri, SKM., MKM., Ph.D, Guru Besar dan peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang, yang memfokuskan pada Analisis Data Hasil Surveilans. Prof. Defriman menjelaskan pentingnya memahami struktur dan karakteristik data surveilans, mulai dari proses pembersihan data, validasi, hingga pemilihan metode analisis yang tepat. Ia menekankan bahwa analisis data bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan fondasi untuk deteksi dini penyakit, alokasi sumber daya yang efisien, evaluasi program, hingga komunikasi informasi kesehatan kepada publik dan pemangku kepentingan. Pemaparannya memberi gambaran konkrit tentang bagaimana data yang baik dan dianalisis dengan tepat dapat menghasilkan insight yang bermanfaat bagi upaya pengendalian penyakit di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan SDM Labkesmas di Regional 3 semakin siap dalam mengoptimalkan fungsi surveilans, menghasilkan data yang akurat, dan menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung intervensi kesehatan masyarakat yang lebih efektif. Webinar ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama untuk memperkuat peran laboratorium kesehatan masyarakat sebagai sumber informasi strategis dalam pembangunan kesehatan di daerah.