Labkesmas Baturaja Ajak Cegah DBD Mulai dari Madrasah

Tim Loka Labkesmas Baturaja menghadiri kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Tanggap Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Program Jumantik Madrasah yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kehadiran Tim LLKM Baturaja sebagai narasumber merupakan tindak lanjut atas penyampaian laporan dan rekomendasi hasil survei jentik di lingkungan sekolah yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil survei jentik kepada kepala madrasah di bawah binaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sebagai upaya pencegahan DBD. Melalui kegiatan ini diharapkan setiap madrasah dapat berperan aktif dalam melaksanakan PSN secara berkelanjutan, terutama melalui pembentukan dan penguatan Jumantik Madrasah.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan kepala madrasah dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten OKU. 

Dalam pemaparannya, narasumber dari LLKM Baturaja menyampaikan hasil survei jentik yang telah dilakukan di sejumlah sekolah, termasuk gambaran kondisi tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, peserta juga diberikan materi mengenai peran dan mekanisme pelaksanaan Jumantik Sekolah sebagai salah satu strategi pengendalian vektor DBD di lingkungan pendidikan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Beberapa topik yang menjadi perhatian antara lain penanganan tempat penampungan air yang sulit dikuras secara rutin, penggunaan larvasida (abate) beserta mekanisme memperoleh kebutuhan dalam jumlah besar, keterlibatan puskesmas dalam pemantauan jentik di sekolah, hingga karakteristik nyamuk yang banyak ditemukan di sekolah yang berada di sekitar perkebunan karet serta keamanan penggunaan obat nyamuk bagi kesehatan.

Melalui sesi tanya jawab tersebut, LLKM Baturaja memberikan penjelasan mengenai prinsip pengelolaan tempat penampungan air, pentingnya penerapan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, pemanfaatan larvasida sesuai ketentuan, serta koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat dalam mendukung kegiatan pengendalian vektor. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis nyamuk yang berpotensi menjadi vektor penyakit sehingga dapat melakukan upaya pencegahan secara lebih tepat.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara LLKM Baturaja, Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU, dan seluruh madrasah dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, bebas jentik, serta mampu mendukung upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue secara berkelanjutan.(df)