Kenali Nyamuk, Cegah DBD: Wisata Ilmiah Siswa Al-Azhar

Sebanyak 116 siswa kelas XII Al-Azhar Center Baturaja mengikuti kegiatan Wisata Ilmiah di Loka Labkesmas Baturaja pada 13–14 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa melalui pembelajaran langsung di luar kelas, khususnya di bidang kesehatan lingkungan dan penyakit menular yang disebabkan oleh vektor nyamuk.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid, yang menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Beliau menuturkan bahwa kasus kejadian luar biasa (KLB) DBD pernah terjadi di Bogor, yang setelah ditelusuri penularannya berasal dari lingkungan sekolah.

“Demam berdarah perlu diwaspadai. Dari hasil surveilans jentik nyamuk yang dilakukan Loka Labkesmas Baturaja di Al-Azhar Center, alhamdulillah tidak ditemukan jentik (indeks larva 0). Namun, di beberapa sekolah lain masih ditemukan jentik nyamuk di tempat penampungan air,” jelasnya.

Beliau juga mendorong pembentukan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap sekolah di Baturaja yang dapat melakukan pemantauan secara rutin. Menurutnya, pemeriksaan ideal dilakukan seminggu sekali karena siklus pertumbuhan nyamuk dari telur menetas hingga mampu terbang berkisar antara 7–14 hari. Selain itu, upaya pencegahan melalui gerakan 3M pun harus terus ditekankan.

Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan materi tentang vektor penyakit seperti DBD dan malaria, serta diperkenalkan pada berbagai peralatan laboratorium. Siswa juga berkesempatan melihat penggunaan mikroskop untuk mengamati nyamuk dan parasit, serta memahami cara mengetahui tingkat kerentanan nyamuk terhadap insektisida. “Harapannya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang berkesan dan menambah pengetahuan anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MA Al-Azhar Center Baturaja, Respian Saputra, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan siswa di luar pembelajaran formal di kelas. “Selama tiga tahun siswa belajar kurikulum di sekolah dan di penghujung masa belajar ini kami mengajak mereka mengikuti wisata ilmiah untuk mempelajari hal-hal di luar kurikulum. Ilmu tidak hanya didapatkan di bangku sekolah, tetapi juga dari pengalaman langsung di tempat seperti Loka Labkesmas Baturaja,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Loka Labkesmas Baturaja serta berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Melalui kegiatan wisata ilmiah ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta pencegahan penyakit menular.(df)