Transformasi Digital Manajemen Risiko di Labkesmas Baturaja

Melalui Tim Manajemen Risiko, Loka Labkesmas Baturaja menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Aplikasi Manajemen Risiko UPR TK II pada Jumat (31/07) pukul 09.00 WIB di Aula Loka Labkesmas Baturaja. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Loka Labkesmas Baturaja sebagai bagian dari penguatan implementasi manajemen risiko di lingkungan satuan kerja.

Pelaksanaan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari amanat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1354/2024 yang secara eksplisit mengamanatkan pembangunan Aplikasi Manajemen Risiko oleh setiap Unit Pengelola Risiko (UPR). Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa, “Dalam rangka efektivitas dan efisiensi penerapan manajemen risiko perlu dibangun Aplikasi Manajemen Risiko oleh eksekutif manajemen risiko dan digunakan oleh UPR-T.I, UPR-T.II, dan Tim Pengawas Manajemen Risiko.”

Sebagai UPR Tingkat II, Loka Labkesmas Baturaja memandang perlu untuk menerapkan aplikasi manajemen risiko sebagai salah satu bagian menuju implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Aplikasi ini diharapkan dapat mendukung tata kelola organisasi yang lebih efektif, efisien, akuntabel, dan terintegrasi.

Dalam arahannya, Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid., menekankan pentingnya pemahaman terhadap risiko yang ada di setiap instalasi. Ketua tim kerja dan seluruh anggota diharapkan telah mengetahui berbagai risiko yang berpotensi terjadi pada unit kerjanya masing-masing, serta terus memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpegawai dalam upaya pencegahan dan penanganan risiko.

Sosialisasi ini juga memperkenalkan aplikasi manajemen risiko yang dirancang untuk mempermudah proses input, verifikasi, pemantauan, dan pelaporan risiko di lingkungan Loka Labkesmas Baturaja. Aplikasi tersebut telah terintegrasi antarbagian, sehingga setiap unit dapat mengelola risiko pada bagiannya masing-masing, sementara proses pemantauan dapat dilakukan secara terpusat oleh bagian administrasi umum sesuai kewenangan yang diberikan.

Pengembangan aplikasi ini dilakukan sebagai solusi atas berbagai keterbatasan penggunaan sistem manual berbasis Google Sheets, seperti potensi manipulasi perhitungan, minimnya pengawasan, serta proses pelaporan yang memerlukan waktu cukup lama. Dengan sistem yang baru, perhitungan tingkat risiko dilakukan secara otomatis, pembatasan otorisasi diterapkan berdasarkan peran pengguna, dan seluruh data dapat dipantau secara real time melalui dashboard.

Beberapa fitur utama yang diperkenalkan dalam aplikasi ini antara lain dashboard diagnostik terintegrasi yang memungkinkan pimpinan dan masing-masing bagian memantau status risiko secara langsung, otomatisasi kalkulasi tingkat risiko berdasarkan nilai peluang dan dampak, serta siklus pemantauan dinamis yang memperbarui status risiko secara berkelanjutan sesuai hasil mitigasi yang dilakukan. Risiko dengan kategori sedang, tinggi, dan sangat tinggi memerlukan persetujuan pimpinan, sedangkan risiko rendah dan sangat rendah dikelola pada tingkat sekretariat sesuai batas toleransi yang telah ditetapkan.

Melalui implementasi aplikasi ini, Loka Labkesmas Baturaja berharap pengelolaan risiko dapat dilakukan secara lebih sistematis, cepat, dan transparan, sehingga tata kelola organisasi semakin terjaga dan berbagai kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah secara lebih optimal.