Koordinasi BBLabKesling dan Labkesmas Baturaja ke Dinkes OKU
Upaya penguatan jejaring dan optimalisasi peran Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) terus dilakukan melalui kegiatan koordinasi antara Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLabKesling) Salatiga bersama Loka Labkesmas Baturaja selaku Labkesmas Tier 4 dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kepala Dinkes OKU pada Rabu (06/05) pagi.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala BBLabKesling Salatiga, Akhmad Saikhu, M.Sc. PH; Kepala Loka Labkesmas Baturaja, Anif Budiyanto, SKM., M.Epid; Kasubbag Adum, Aprioza Yenni, S.Sos., MA; Ketua Tim Kerja Mutu, Penguatan SDM dan Kemitraan, Febriyanto, SKM., M.Bmd; serta staf terkait. Dari pihak Dinkes OKU hadir Sekretaris Dinas, Fitri Yanti, DKM., MKM; Kepala Bidang P2P, Andi Prapto, SKM, MM; Kepala Bidang SDK, Dedy Munandar, SKM, MM; serta Katim P2M, Amrina Yulita, MKM.
Dalam diskusi disampaikan bahwa penguatan sistem Labkesmas mengacu pada kebijakan Kementerian Kesehatan, di antaranya melalui Peraturan Menteri Kesehatan tentang Penyelenggaraan Laboratorium Kesehatan Masyarakat, yang mengatur standardisasi, pembagian tier, serta jejaring layanan laboratorium. Dalam struktur tersebut, Labkesmas Nasional berada pada unit BBLabBioKes dan BBLabKesling, sementara wilayah regional, termasuk Regional 3, meliputi Loka Labkesmas Baturaja, BBLKM Palembang, dan BLKM Palembang.
Kepala BBLabKesling menekankan pentingnya koordinasi lintas tier (Tier 5 ke Tier 4) serta pembinaan berkelanjutan yang melibatkan dukungan program dari Dinas Kesehatan. Upaya ini bertujuan agar seluruh Labkesmas, khususnya di Kabupaten OKU, dapat mengoptimalkan perannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk penguatan fungsi pemeriksaan laboratorium.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang P2P Dinkes OKU menyampaikan kebutuhan nyata terhadap dukungan Labkesmas, terutama dalam layanan pemeriksaan laboratorium. Beliau juga mengungkapkan bahwa kerja sama yang telah berjalan, seperti dalam program malaria, telah menunjukkan hasil positif dengan diraihnya status Eliminasi Malaria di Kabupaten OKU. Ke depan, Dinkes berharap Labkesmas di wilayah OKU dapat berkembang menjadi pusat layanan (central lab) yang terintegrasi.
Selain itu, isu pembiayaan layanan melalui BPJS Kesehatan turut menjadi perhatian dalam diskusi. Menanggapi hal tersebut, Kepala BBLabKesling menjelaskan bahwa peluang kerja sama dengan BPJS terbuka, dengan catatan Labkesmas harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan, baik dari sisi pembiayaan maupun kesiapan sumber daya.
Dalam aspek pengembangan layanan, disampaikan bahwa Labkesmas memiliki potensi untuk mendukung pemeriksaan prioritas seperti TB (termasuk PCR TB), HPV DNA, dan Open PCR. Namun demikian, saat ini masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana yang harus disesuaikan dengan standar Permenkes, termasuk dukungan pengadaan alat melalui skema nasional.
Contoh implementasi koordinasi yang telah berjalan juga dipaparkan, seperti program Jumantik Sekolah yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU. Meski demikian, diperlukan penguatan tindak lanjut lintas sektor, khususnya dengan Puskesmas, agar program berjalan lebih optimal.
Melalui pertemuan ini, disepakati pentingnya membangun sinergi yang berkelanjutan antara BBLabKesling, Labkesmas Baturaja, dan Dinkes OKU. Koordinasi ini tidak hanya memperkuat hubungan antar-tier, tetapi juga memastikan integrasi program kesehatan daerah dengan layanan laboratorium yang berkualitas untuk mendukung program kesehatan masyarakat secara optimal.(df)
06 Mei 2026
06 Mei 2026
06 Mei 2026
06 Mei 2026